Selasa, 30 Agustus 2011

Buku Pedoman Masa Orientasi Siswa Berbasis Aswaja SMP-SMA/Se-derajat TP. 2011/2012

   
BUKU PEDOMAN
MASA ORIENTASI PELAJAR
BERBASIS ASWAJA
SMP/MTs-SMA/Se-derajat Kota Malang
TAHUN PELAJARAN 2011/2012









PIMPINAN CABANG
IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA’
IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA’
KOTA MALANG
Jl. KH. Hasyim Asy’ari 21 Malang. Telp. 085755556713

















KATA PENGANTAR

M. Kamilun Muhtadin
(Diknas Pendidikan Kab. Malang Tahun 2002-2005)
Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dengan menyebut Asma Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam karena atas segala karunianya. Shalawat dan Salam senantiasa beriring teruntuk hamba Allah, Rasulullah Saw yang diutus sebagai rahmat semesta alam.
    Alhamdulillah, setelah menunggu puluhan tahun ( sejak menjadi guru tahun 1969 ) pedoman MOP berbasis Aswaja akhirnya terwujud juga. Dengan segala kerendahan hati, sekali lagi saya menghaturkan kehadirat kepada Allah sang penguasa ilmu pengetahuan atas segala nikmat dan bimbingaannya sehingga dapat disusun oleh PC.IPNU – IPPNU  Kota malang Pedoman MOP berbasis ASWAJA ini.
    Merupakah suatu keniscayaan bagi lembaga – lembaga Islam ( Baca; Nahdlatul Ulama ) untuk selalu peka terhadap perkembangan masyarakat yang majmuk di zaman yang semakin canggi dan maju ini. Perubahan dunia yang berputar dan melaju dengan cepat tanpa henti ini selalu memberikan dampak terhadap perubahan – perubahan dalam segala dimensi sosial masyarakat, seperti fenomena munculnya faham baru yang cenderung bertolak belakang dengan Manhaj salaf as-Shalih, bahkan keluar dari akidah Ahli Sunnah wal Jamaah yang membingungkan umat sehingga tidak tahu kemana mereka berkiblat.
    Semoga kehadiran buku Pedoman MOP berbasis Aswaja ini dapat bermanfaat dan memberi berkah kepada para pelajar khususnya dan generasi muda pada umumnya dan semoga mereka menjadi benteng faham Ahlu Sunnah wal Jamaah.
Amin Ya Rabbal Alamin.
    Wassalam
Malang, 10 Juni 2011

M. Kamilun Muhtadin







SEKAPUR SIRIH

Al-Hamdulillah puji syukur kehadirat Allah penulis haturkan, yang telah memberikan kenikmatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan buku Panduan Masa Orientasi Pelajar Berbasis Aswaja (MOP-BA) Tingkat SMP/MTs-SMA/ sederajat Kota Malang.
Buku Pedoman Masa Orientasi Pelajar Berbasis Aswaja (MOP-BA) SMP/MTs-SMA/sederajat Kota Malang ini disusun dengan maksud untuk kelancaran pelaksanaan MOP-BA yang diselenggarakan oleh setiap sekolahan.
Segala Program Kegiatan MOP-BA dalam panduan ini telah direncanakan oleh pihak Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’  dan tidak jauh berbeda dengan panduan  MOS di tingkat SMP/MTs-SMA/ sederajat yang lainnya.
Pelaksanaan MOP-BA tetap memberikan kesan yang baik, menyenangkan, dan menggembirakan dengan berhaluan aswaja sehingga pelajar baru dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan warga sekolah.
Mudah-mudahan Buku Pedoman MOP-BA ini dapat membantu sekolah dalam melaksanakan kegiatan Orientasi Pelajar. Pelaksanaan MOP-BA ini diharapkan berjalan dengan lancar dalam lindungan Allah Yang Maha Esa. Amin.

Malang, Mei 2011
Hormat kami,
PC. IPNU-IPPNU Kota Malang 
DAFTAR ISI

Kata pegantar........................................................................     2
Daftar isi…………………………………………………...    3
BAB I : PENDAHULUAN…..…………………………….    6
Latar Belakang………………..………………………    6
Landasan……………………………….……………..    7
Tujuan……………………………………..…………    8
Sasaran……………………………………..………...    9
BAB II : PROGAM KEGIATAN……………………….…    10
Pengertian MOP-BA…………………….…………..    10
Prinsip-Prinsip MOP-BA…………………….………    12
Materi MOP-BA……………………………………..    14   
Langkah-Langkah Pelaksanaan MOP-BA……………    17
BAB III :PENUTUP……………………………………….    22
Lampiran-Lampiran………………………………………..    23

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri – ciri khusus/ karakteristik yang membedakan dengan jenjang pendidikan lainnya. Karakteristik ini mempengaruhi perbedaan teknik penyampaian materi, hal ini disebabkan ada perbedaan tingkat perkembangan kemampuan mental/ psikologis peserta didik. Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu dikembangkan dengan cara mempelajari sesuatu yang baru yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan mental/psikologis pelajar.
Penyelenggaraan Masa Orientasi Pelajar Berbasis Aswaja (MOP-BA) di SMP/MTs-SMA/sederajat merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang akan didudukinya. Di samping itu, kegiatan MOP-BA diadakan sebagai upaya untuk menjembatani pelajar mengenal berbagai karakter  di jenjang pendidikan barunya, baik yang berupa lingkungan fisik, lingkungan sosial, program belajar, maupun penerapan nilai aswaja pada pelajar.
Untuk jenjang SMP/MTs-SMA/ sederajat, kegiatan MOP-BA disusun dengan memperhatikan kenyataan bahwa:

1.    Pengalaman awal peserta didik dalam lingkungan yang baru, mempengaruhi kesan umum terhadap lingkungan yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu diusahakan agar kesan awal terhadap lingkungan sekolah baru yang terbentuk adalah kesan positif penuh dengan nilai ajaran aswaja dan menyenangkan yang dapat membangkitkan minat belajar pada hari-hari berikutnya.
2.    Selama ini banyak kegiatan MOP yang tidak terarah, akibatnya dalam pelaksanaan MOP terjadi banyak hal-hal yang negatif, diantaranya; kekerasan, perpeloncoan dan kegiatan yang tidak mendidik lainnya.
3.    Hari pertama masuk sekolah (Masa Orientasi Pelajar) adalah masa di mana sebagian besar pelajar memasuki lingkungan baru, karena teman sekelasnya tidak berasal dari kelas yang sama maupun sekolah yang sama.

Dari ketiga hal itu, maka kami dari Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Malang menyusun sebuah Buku Panduan yang harapannya supaya pelaksanaan MOP-BA pada tahun 2011 ini menjadi lebih baik dan memberikan kesan positif terhadap masyarakat.

B.    Landasan
1.    Undang–undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor  4496);
2.    Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007, tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
4.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008, tentang Pembinaan Kepelajaran;
5.    Surat Edaran Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
6.    Program Kerja Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ Kota Malang.
C. Tujuan
1.    Tujuan Umum
Secara umum MOP-BA bertujuan:
a.    Agar pelajar baru mengenal kehidupan sekolah dan menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dengan ini tercipta lingkungan yang edukatif dan kondusif dengan basis aswaja.
b.    Memberikan peserta didik kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan baru. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan dengan hal–hal yang menggembirakan sambil mengenal dan mempelajari sesuatu yang baru, baik yang berkaitan dengan lingkungan fisik, lingkungan sosial maupun dengan cara–cara belajar yang baru.
2.    Tujuan Khusus
a.    Membantu pelajar baru beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah, dan lingkungan sekolah, serta mengetahui hak dan kewajiban dan mampu bertanggung jawab dalam kehidupan bersekolah;
b.    Memahami kehidupan sekolah dan nilai-nilai aswaja dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga fungsi sekolah, guru, pelajar dan masyarakat lingkungannya dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komprehensif;
c.    Mendorong pelajar untuk bersikap proaktif terhadap para guru, tenaga kependidikan dan kakak–kakak kelasnya, sehingga peserta MOP-BA bisa merasa lebih aman dan nyaman berada bersama mereka;
d.    Mendorong pelajar untuk memiliki kepercayaan diri sehingga berani mengungkapkan pendapat dan aktif menambah pengetahuannya melalui pengamatan terhadap lingkungan sekolah yang baru;
e.    Memotivasi pelajar agar merasa bangga menempuh pendidikan di sekolahnya, sehingga dapat memahami dan melaksanakan aturan–aturan sekolah dengan baik.

D. Sasaran
    Sasaran MOP-BA adalah pelajar baru SMP/MTs-SMA/ sederajat.
BAB II
PROGRAM KEGIATAN
A.    Pengertian
MOP-BA (Masa Orientasi Pelajar Berbasis Aswaja) adalah masa atau waktu yang digunakan oleh para pelajar baru untuk mengenal lingkungan sekolah yang akan menjadi tempat belajar dan menimba ilmu. MOP-BA memiliki arti yang sama dengan MOS (Masa Orientasi Siswa), akan tetapi kata “pelajar” lebih umum dari pada siswa.
MOP kali ini dirancang dengan basis aswaja, karena saat ini banyak orang yang salah dalam memahami dan mengamalkan aswaja dan munculnya aliran-aliran baru yang tidak jelas. Oleh karena itu MOP pada tahun ini berbasis aswaja dengan harapan para pelajar baru nantinya bisa memahami dan mengamalkan aswaja secara benar dan yang terpenting mereka dapat membela Aswaja.
Pada hakekatnya MOP-BA merupakan implementasi dari fungsi pendidikan nasional. Sebagaimana dijelaskan dalam UU. Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Begitu juga tujuan pendidikan nasional adalah menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
MOP-BA ikut serta dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan menegakakn 5 pilar belajar sebagaimana menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 disebutkan bahwa pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar, yaitu (1) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) belajar untuk memahami dan menghayati, (3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat efektif, (4) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (5) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
MOP-BA mempunyai fungsi yang strategis dalam proses pendidikan, terutama dalam membentuk watak jati diri bangsa Indonesia yang berhaluan aswaja. Selain sebagai pintu gerbang untuk memulai menegakkan lima pilar belajar, MOP-BA juga mempunyai arti penting bagi peserta didik untuk menyadari tugas dan kewajibannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, sebagai warga masyarakat, sebagai warga negara, selain itu juga menyadari tugas dan kewajibannya kepada Allah SWT dan ajaran Islam yang berbasis aswaja.
B. Prinsip Penyelenggaraan MOP-BA
1.    Prinsip Al-Muhafadhotu ‘Ala Al-Qodimi Al-Sholih Wa Al-Akhdzu Bi Al-Jadidi Al-Ashlah. Dalam pelaksanaan MOP-BA harus mendahulukan kegitan yang lebih baik dan inovatif tetapi tidak boleh meninggalkan konsep yang dahulu yang masih cocok untuk diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan MOP-BA saat ini;

2.    Prinsip Edukatif. Hari pertama masuk sekolah selama tiga hari diisi dengan kegiatan Masa Orientasi Pelajar berbasis Aswaja (MOP-BA) yang bersifat edukatif dan bukan mengarah kepada tindakan destruktif atau berbagai kegiatan lain yang merugikan peserta didik baru baik secara fisik maupun secara psikologis;

3.    Prinsip Partisipatif. Pelaksanaan MOP-BA harus melibatkan secara aktif partisipasi guru, kakak kelas, peserta didik, tenaga pendidik dan pengawas sekolah. Mengingat kegiatan MOP-BA merupakan bagian dari hari efektif pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, maka pelaksanaannya diatur oleh kepala sekolah. Kegiatan belajar mengajar tidak diliburkan sebagai wujud  partisipasi dari segenap warga sekolah;

4.    Prinsip Tawazun. Kegiatan MOP-BA dilakukan harus berdasarkan keseimbangan dan keselarasan antara materi dan metode dan pemateri. Contohnya antara lain, seperti: (a) pengenalan lingkungan sekolah dengan metode mengajak para siswa untuk keliling sekolah dan sebagai pematerinya adalah guru pendamping/kepala sekolah. (b) pemahaman tentang nilai-nilai aswaja dengan metode ceramah dan diskusi dan sebagai pemateri adalah guru yang menguasai aswaja.
5.     Prinsip Implementatif. Pelaksanaan MOP-BA harus didasari dengan prinsip mudah, murah, menyenangkan, masal, dan meriah sesuai kondisi dan kemampuan sekolah yang bersangkutan. Esensi dari MOP-BA adalah mampu mengimplementasikan berbagai materi yang telah disampaikan dalam kegiatan belajar selanjutnya.

6.    Prinsip Visi dan Misi Sekolahan serta ke-Aswaja-an. Setiap materi kegiatan diusahakan untuk diperkaya dengan orientasi visi dan misi sekolahan maupun dengan aspek ke-aswaja-an. Materi kegiatan terdiri dari 14 topik di mana 5 topik merupakan materi wajib dan 9 topik sebagai materi pilihan. Dengan demikian selain memahami aspek persekolahan dan pendidikan, peserta didik baru juga memahami tentang visi dan misi sekolahan dan memahami tentang nilai-nilai aswaja.
7.    Prinsip kontinuitas dan kaderisasi. Prinsip ini menekankan pentingnya perbaikan mutu MOP-BA secara berkelanjutan (continuous improvement). Pembentukan kelompok dalam MOP-BA ini akan digunakan untuk berkelanjutan (kontinu) setelah MOP-BA. selain kontinu juga harus mengutamakan kaderisasi yang dibentuk mulai saat pelaksanaan MOP-BA sekarang.
C. Materi Masa Orientasi Pelajar
Materi dalam Masa Orientasi Pelajar berbasis Aswaja (MOP-BA) terbagi menjadi dua macam yaitu:

a)    Materi wajib
  Materi wajib adalah materi yang harus ada dan dilaksanakan dalam kegiatan MOP-BA. Materi wajib ini mencakup dari tujuan utama MOP-BA yang sangat penting oleh karena itu wajib dilaksanakan. Jika ada sekolahan yang tidak melaksanakan berarti sekolahan tersebut telah menghilangkan tujuan utama MOP-BA.
Materi Wajib:
1.    Wawasan Wiyata Mandala sebagai fungsi pendidikan nasional dalam mewujudkan jati diri dan akuntabilitas sekolah;
2.    Aswaja Al-Nahdliyah (nilai-nilai aswaja) sebagai basis Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang membawa Rahmatan Lil A’lamin
3.    Tata Tertib Sekolahan dan Budi Pekerti sebagai pembudayaan kearifan lokal dan pembentukkan karakter bangsa yang bermartabat;
4.    Pengenalan Kurikulum sebagai motivasi membangun cita-cita dan lima pilar belajar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menyeimbangkan penguasaan iptek dan imtaq, serta memenangkan persaingan global;
5.    Ibadah bersama dan pembina mental sebagai upaya untuk menghasilkan insan Indonesia yang berahklaq mulia, memiliki ketahanan spiritual dan mampu membentengi dirinya dari berbagai penyakit masyarakat. Contoh; sholat berjama’ah, istighosah akbar, tahlil, dll.

b)    Materi pilihan
Materi pilihan adalah materi penunjang dan pelengkap MOP-BA yang harus dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah.
Materi Pilihan:
1.    Kepemimpinan sebagai basis kecakapan hidup dan kemampuan berorganisasi dalam menyiapkan pemimpin bangsa masa depan;
2.    Bakti sosial sebagai upaya untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan;
3.    Pemahaman bahaya narkoba dan HIV/AIDS untuk menghindari penyakit masyarakat sebagai musuh bangsa;
4.    Dinamika kelompok sebagai strategi untuk menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian sosial, memecahkan masalah dan mengambil keputusan, serta menghargai perbedaan dalam suasana yang demokratis dan menyenangkan (Bhineka Tunggal Ika);
5.    Lomba kreativitas bidang seni atau pentas seni sebagai upaya untuk menggali potensi seni dan menyeimbangkan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ);
6.    Memaknai Tata Upacara Bendera dan baris-berbaris sebagai penanaman disiplin diri, kekompakan, kepatuhan dan ketaatan kepada pimpinan;
7.    Minat bakat. Pengenalan kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya menggali potensi peserta didik dalam pengembangan diri;
8.    Out bond dan game out door, kegiatan ini digunakan untuk menghilangkan rasa bosan dan jenuh peserta didik dalam mengikuti kegiatan MOP-BA.  
9.    Motivasi, Membangun komitmen bersama untuk meninggalkan kebiasaan coret-mencoret fasilitas umum dan sekolah sebagai upaya menjaga aset sekolah dan kenyamanan sekolah.
NB:
Materi disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing dan materi ini hanya bersifat acuan.




D. Langkah-Langkah Pelaksanaan MOP-BA
1. Workshop Kegiatan
Workshop kegiatan ini dimaksudkan agar MOP-BA terlaksana dengan lebih baik dari tahun ke tahun. Beberapa pendekatan yang dilakukan antara lain:
1.    Penyusunan buku pedoman MOP-BA;
2.    Pembekalan kepada perwakilan panitia MOP-BA sekolah. Pembekalan ini berbentuk Training of Trainer (TOT), sehingga person tersebut mengemban tanggungjawab untuk melatih panitia lainnya di sekolah;
3.    Selain TOT, person tersebut bertanggungjawab untuk mengembangkan materi kegiatan MOP-BA baik yang bersifat wajib atau pilihan sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah.
4.    Apabila dalam pelaksanaan Workshop, ada perwakilan sekolah yang kurang paham, maka bisa menghubungi Team Masa Orientasi Pelajar (MOP-BA) Piminan Cabang IPNU-IPPNU Kota Malang,
5.    Penyusunan  Laporan Pelaksanaan Kegiatan MOP-BA dari masing-masing sekolah.
2.    Pembentukan Panitia
a.    Panitia MOP-BA masing-masing sekolah terdiri dari dua unsur, yaitu unsur Steering Committee dan unsur Organizing Committee.
b.    Unsur Steering Committee merupakan Kepala sekolah, Waka Kesiswaan,  dan semua guru.
c.    Unsur Organizing Committee merupakan panitia yang dibentuk oleh masing-masing sekolah terdiri dari pelajar yang tergabung dalam Pengurus Komisariat IPNU-IPPNU, OSIS, BDI, dan lain sebagainya.
d.    Untuk unsur organizing committe terdiri dari ketua umum, ketua pelaksana, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi yang dibutuhkan oleh sekolah.
e.    Panitia MOP-BA sebaiknya sudah dibentuk sebelum liburan akhir tahun pelajaran, sehingga panitia dapat melakukan persiapan dengan baik.
3. Penentuan Deskripsi Kerja
a.     Steering Committee mengemban tugas untuk (1)  memberikan pembekalan dan pemantapan pelaksanaan pembinaan kepada Panitia MOP-BA; (2) melakukan supervise dan monitoring pelaksanaan MOP-BA; (3) evaluasi pelaksanaan MOP-BA di sekolahan masing-masing.
b.    Sesuai dengan prinsip dan materi MOP-BA, organizing committee membagi tugas yang akan dilaksanakan, antara lain; (1) penentuan dan pengembangan materi, (2) pengelolaan masalah teknis kegiatan, (3) masalah akomodasi, (4) masalah kesehatan, (5) mengantisipasi adanya ekses-ekses yang tidak diinginkan.
c.    Kepala sekolah sebagai penanggungjawab kegiatan sebaiknya mengembangkan kepanitiaan dari unsur guru, unsur pelajar atau bisa dari pihak luar yang dipercaya sebagai instruktur/penceramah dalam memantapkan penyampaian/ pemberian materi. Kepala sekolah bersama panitia diharapkan dapat menambah contoh-contoh pengayaan materi kegiatan dengan hal-hal yang berkaitan dengan visi dan misi sekolah dan nilai-nilai aswaja.
4. Penyusunan Agenda Acara MOP-BA
a.    Panitia mengadakan rapat persiapan untuk memilih dan mengembangkan materi sesuai kondisi dan kemampuan sekolah, kemudian menyusun jadwal acara.
b.    Penyusunan agenda acara diharapkan dapat mengakomodasi dari 5 materi  wajib dan 9 materi pilihan dengan berbagai pendekatan metoda;
c.    Secara substantif, penyusunan acara harus memperhatikan kesesuaian antara aspek materi sebagai input, aspek pemberian materi sebagai proses, aspek diskusi dan penyelesaian penugasan sebagai output, serta aspek respons peserta didik baru terhadap materi-diskusi-penugasan sebagai out-come;
d.    Secara teknis, penyusunan acara juga harus dibarengi dengan (1) penentuan materi, (2) penentuan metode, (3) penentuan waktu dan lokasi, (4) penentuan penanggungjawab masing-masing acara, (5) penentuan pihak yang mengisi acara dan yang terlibat dalam acara.
e.    Dalam penyusunan acara, aspek psikologis peserta didik baru hendaknya diperhatikan dengan seksama. Mencairkan kebekuan dan menghangatkan suasana (ice-breaking) perlu diupayakan sebelum acara dimulai atau setiap perpindahan dari acara menuju ke acara selanjutnya. Penjelasan maksud dan tujuan dari setiap acara yang akan diikuti perlu disosialisasikan sehingga peserta didik dapat mengikuti dan memahami secara penuh acara tersebut. Jika dalam suatu sesi terdapat suasana yang menegangkan, maka perlu diimbangi dengan suasana yang lebih menyenangkan dan memberikan semangat;
f.    Setiap penyusunan acara hendaknya sudah dipersiapkan indikator keberhasilan dari acara tersebut yang dituangkan dalam lembar monitoring kegiatan. Lembaran ini berguna untuk mengevaluasi jalannya acara dan sebagai modal bagi pelaksanaan MOP-BA dikemudian hari;
g.    Dalam persiapan lokasi hendaknya diperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan peserta serta kelengkapan fasilitas dan peralatan yang diperlukan;
5.  Pembentukan kelompok
a.    Pembentukan kelompok dilaksanakan pada waktu pra-MOP-BA dengan konsep yang menarik dan demokratis serta tidak terdapat deskriminasi.
b.    Pembentukan kelompok pada MOP-BA dimaksudkan agar kegiatan pembinaan peserta didik berjalan dengan lancar.
c.    Setiap kelompok sedapat mungkin terdiri dari guru, fasilitator, peserta didik lama dan peserta didik baru. Jumlah kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik baru dan efektivitas pembinaan.
d.    Keterlibatan peserta didik lama dapat melalui format Pengurus Komisariat IPNU-IPPNU, OSIS, kepramukaan atau unit kegiatan ekstra-kurikuler lainnya.
e.    Penamaan kelompok dapat menginspirasi dan memotivasi peserta didik baru dengan Faham dan nilai-nilai Aswaja, semangat kejuangan dalam melestarikan kearifan budaya lokal, mengembangkan sains dan teknologi, dan membangun wawasan berbangsa.
6. Pelaksanaan Kegiatan
a.    Kegiatan MOP dilaksanakan pada pertengahan bulan Juli.
b.    Pelaksanaan kegiatan MOP-BA disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Yang efektif (pelajar tidak bosan) 1 hari pra-MOP-BA dan 3 hari pelaksanaan MOP-BA.
c.    Panitia sebaiknya datang lebih awal dari peserta didik baru.
d.    Pelaksanaan kegiatan diupayakan selalu tepat waktu.
e.    Pada waktu kegiatan diharapkan setiap panitia menjalankan tugas sesuai dengan jobnya masing-masing.
f.    Pengisi materi yang berasal dari luar sekolah paling lambat dikonfirmasi sehari sebelum acara dimulai;
g.    Setiap pelaksanaan kegiatan selalu dilakukan review terhadap indikator keberhasilan acara tersebut.
BAB III
PENUTUP
Penyusunan pedoman pembinaan MOP-BA ini merupakan upaya untuk lebih memudahkan penyelenggaraan masa orientasi pelajar di masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi masing-masing sekolah.
Pedoman pembinaan ini akan lebih berarti apabila diikuti peran aktif dan kreatif kepala sekolah dan unsur sekolah lainnya serta dukungan orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat.
Mudah-mudahan dengan terselenggaranya MOP-BA yang baik, dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan sebagai wujud pembinaan awal ke arah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar.








Lampiran-1
SUSUNAN PANITIA PELAKSANA
MASA ORIENTASI PELAJAR BERBASIS ASWAJA(MOP-BA)
SMP/MTs- SMA/SEDERAJAT KOTA MALANG

Pelindung            :
Steering Committee    :
Organizing committee    :
        Ketua Umum        :
Ketua Pelaksana    :
Sekretaris         :
Bendahara         :
Korlap             :

Sei. Acara         :
Sei. Kesekretariat    :
Sei. Konsumsi     :
Sei. Perlengkapan    :
Sei. Pubdekdok     :
Sei. Humas         :
Sie. Keamanan    :
Lampiran-2
Format Laporan  MOP-BA Sekolah
1. Fisik Laporan
a.     Cover luar plastik warna biru untuk SLTP dan warna hijau untuk SLTA;
b. Cover dalam warna putih dengan mencantumkan (diurut dari atas ke bawah) nama sekolah, judul laporan ‘Laporan Kegiatan MOP-BA Tahun 2011’, logo sekolah, keterangan instansi dan tahun;
c. Ukuran kertas A4;
d. Font Arial 11;
e.    Lembar pengesahan ditandatangani oleh ketua panitia/koordinator kegiatan dan diketahui oleh kepala sekolah;

2. Profil Sekolah
a.    Nama Sekolah;
b.    Nama Kepala Sekolah;
c.    Alamat Sekolah;
d.    Telepon Sekolah;
e.    HP Kepala Sekolah;
f.    Website dan email sekolah;
g.    Jumlah guru/instruktur;
h.    Jumlah Tenaga Penunjang;
i.    Jumlah Total peserta didik;
j.    Jumlah Peserta;
3. Panitia MOP-BA Sekolah
a.    Struktur organisasi panitia;
b.    Nama ketua panitia/koordinator kegiatan berikut jabatan di sekolah;
c.    Jumlah guru yang terlibat;
d.    Daftar nama guru yang terlibat berikut diskripsi tugas;
e.    Perkiraan jumah kakak kelas yang terlibat;
f.    Daftar nama organisasi pelajar yang terlibat;
g.    Jumlah dan daftar nama kelompok/gugus yang dibentuk.
4. Acara, Metoda, dan Materi
a. Sebutkan susunan acara dengan menjelaskan topik (materi wajib/pilihan), tempat, waktu, metoda, pengisi acara dan keterangan lain yang perlu dilaporkan;
b.     Sebutkan metoda pelaksanaan kegiatan berikut penjelasan singkat dari metode tersebut;
c.    Sebutkan perincian materi  MOP-BA dengan menjelaskan judul topik, pokok pemikiran, tujuan dan sasarannya;

5. Makalah, pengayaan acara dan internalisasi nilai-nilai;
a.    Berikan pokok-pokok pemikiran sambutan Kepala Sekolah dalam acara sambutan atau pembekalan MOP-BA (jika ada materi lengkap berikan dalam lampiran);
b.    Berikan makalah atau bahan presentasi (power point) (dalam lampiran);
c.    Berikan contoh-contoh tugas yang diberikan kepada peserta didik baru;
d.    Berikan contoh-contoh reward, punishment, yel-yel dan/atau lagu untuk membangun semangat kejuangan dan wawasan aswaja;
e.    Berikan contoh-contoh pernyataan atau komitmen peserta didik baru yang diharapkan menjadi nilai-nilai baru atau paradigma baru dikaitkan dengan kewajiban peserta didik dengan alternatif sebagai anak bangsa, sebagai anggota keluarga, sebagai warga sekolah, sebagai pelajar yang berhaluan aswaja.
6. Dokumentasi
Berikan gambaran atau foto dokumentasi pelaksanaan MOP-BA berikut keterangannya, termasuk jika ada atribut-atribut yang digunakan peserta didik baru yang bernuansa islam ahlussunah wal-jama’ah (aswaja);
7. Partisipasi dan Kreativitas
a.     Berikan contoh-contoh bentuk partisipasi kakak kelas dalam pelaksanaan MOP-BA;
b.  Berikan bentuk-bentuk kreativitas kakak kelas dan peserta didik baru dalam pelaksanaan MOP-BA yang mengarah pada tercapainya 7 tujuan MOP-BA.
8. Diskusi, Kesimpulan dan Saran-Saran
a.     Berikan gambaran perbedaan pelaksanaan MOP-BA pada tahun 2011 dibandingkan dengan MOP pada tahun 2010.
b. Berikan kesimpulan tentang keunggulan atau nilai tambah pelaksanaan MOP-BA
c.     Berikan saran-saran bagi perbaikan pelaksanaan MOP-BA untuk masa yang akan datang.
Lampiran-3
Contoh Perincian Metode Pembinaan MOP-BA
1.     Ceramah.
a. Pembukaan oleh Pembawa Acara; pembawa acara perlu memperhatikan suasana peserta, jika suasananya dingin dan beku perlu diberikan sisipan ice breaking, namun jika suasananya ramai dan masing-masing tidak berkonsentrasi perlu disisipkan permainan agar suasana dapat terkendali;
b. Pengenalan Moderator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan  motto hidup yang bersangkutan;
c.    Pengenalan Pengisi Materi Ceramah disampaikan oleh moderator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan moto hidup yang bersangkutan
d. Presentasi disarankan diperinci dalam beberapa sub-topik yang masing-masing memiliki durasi penyampaian 3-7 menit. Setiap sub-topik memuat (1) pokok pemikiran, (2) dua sampai lima contoh dari pokok pemikiran tersebut yang mudah dipahami oleh peserta didik baru, serta (3) hal-hal penting yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh peserta didik
e.    Tanya-Jawab dipimpin oleh moderator dengan mengakomodasi dan memperhatikan banyaknya penanya, banyaknya jenis pertanyaan dan urgensi dari pertanyaan tersebut bagi pihak sekolah maupun bagi peserta didik itu sendiri.
f.  Penghayatan/pemahaman materi dipimpin oleh moderator dengan meminta peserta secara kompetitif untuk membuat resume presentasi dan pentingnya bagi peserta didik.
g. Pemberian reward. Peserta yang berani untuk tampil dan membacakan resume yang dibuat atau peserta yang memiliki resume yang bermutu maka akan mendapat reward dari panitia. Reward ini bisa berupa stiker bintang yang ditempelkan pada tanda nama peserta atau hadiah lainnya.
h. Epilog. Acara ini memakan waktu 2-5 menit terakhir dari ceramah yang bisa berupa closing statement dari penceramah atau dari moderator. Diusahakan, selain berkaitan dengan topik ceramah, closing statement ini hendaknya dapat dikaitkan dengan pentingnya mewujudkan nilai-nilai aswaja.

2.  Diskusi dan dinamika kelompok
a.     Pembukaan oleh Pembawa Acara;
b.     Pengenalan Fasilitator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan moto hidup yang bersangkutan disampaikan oleh pembawa acara;
c.     Penyampaian pokok permasalahan. Pokok permasalahan dapat diturunkan dari topik 5 materi wajib atau 9 materi pilihan. Penyampaian ini memiliki durasi penyampaian 5-10 menit.
  Penyampaian ini meliputi (1) penyampaian judul topik, (2) penyampaian pokok permasalahan yang berkaitan dengan topik tersebut; (3) penyampaian dua sampai lima contoh dari permasalahan tersebut; (4) penyampaian dampak negatif yang akan terjadi jika pokok permasalahan tersebut tidak diatasi; (5) penyampaian tugas peserta didik dalam mengantisipasi pokok permasalahan tersebut.
d.     Diskusi Kelompok. Kegiatan ini melibatkan peserta didik yang dibagi dalam kelompok yang lebih kecil (tidak lebih dari 10 orang) atau disebut sub-kelompok. Setiap sub-kelompok ini secara pararel membentuk lingkaran kecil untuk mendiskusikan pokok permasalahan yang telah disampaikan oleh fasilitator. Setiap sub-kelompok menunjuk pimpinan dan sekretaris diskusi. Hakekat dari kegiatan ini adalah ingin menghargai setiap pendapat yang disampiakan oleh peserta didik.
e.     Dinamika kelompok. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari diskusi kelompok berupa presentasi dari masing-masing pimpinan sub-kelompok dalam kelompoknya. Setelah itu, peserta didik dari kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi/mengkomentari presentasi tersebut.
Dalam hal ini fasilitator memegang peran penting untuk mengendalikan jalannya dinamika kelompok dengan mengatur arus perbedaan dan kesamaan pendapat maupun arus dukungan dan penolakan atas pendapat pendapat tersebut.
f. Pemberian reward. Peserta yang berani untuk tampil menjadi pimpinan dan sekretaris sub-kelompok maupun memberikan pendapat yang obyektif, konstruktif dan bermutu, maka akan mendapat reward dari panitia. Reward ini bisa berupa stiker bintang yang ditempelkan pada tanda nama peserta atau hadiah lainnya.
g. Epilog. Acara ini memakan waktu 2-3 menit terakhir dari diskusi dan dinamika kelompok berupa closing statement dari fasilitator. Diusahakan, selain berkaitan dengan pemecahan pokok permasalahan, closing statement ini hendaknya dapat dikaitkan dengan pentingnya mewujudkan visi dan misi sekolahan dan pengamalan nilai-nilai aswaja.
3. Pembinaan Mental/ Motivasi Spiritual.
a.     Pembukaan oleh Pembawa Acara; pembawa acara perlu memperhatikan suasana peserta, jika suasananya dingin dan beku perlu diberikan sisipan ice breaking, namun jika suasananya ramai dan masing-masing tidak berkonsentrasi perlu disisipkan permainan agar suasana dapat terkendali;
b.     Pengenalan Fasilitator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan motto hidup yang bersangkutan disampaikan oleh pembawa acara;
c. Fasilitator menyampaikan pokok pemikiran atau pokok permasalahan yang perlu disikapi berupa perubahan cara pandang (paradigma) ataupun perubahan perilaku peserta didik.
d.    Teknik penyampaian pokok pemikiran atau pokok permasalahan. Berbagai teknik dapat dikembangkan untuk menyampaikan pokok pemikiran atau pokok permasalahan ini, misalnya dengan pemutaran video, penyajian multi media, menutup mata peserta didik, diiringi dengan musik latar, menghadirkan pelaku penderita yang telah insyaf, memberikan perumpamaan atau gambaran tentang dampak negatifnya terhadap kesehatan jasmani, rohani dan sosial, serta hal-hal lain yang relevan. Pada intinya teknik ini dimaksudkan agar terjadi proses mental dan kesadaran baru di kalangan peserta didik;
e. Menilai respons proses mental peserta didik. Berbagai teknik dapat dikembangkan untuk melihat adanya respons proses mental peserta didik. Misalnya dengan adanya peserta didik yang menangis, menjawab pertanyaan dengan pola pikir baru, menyampaikan penyesalan, menyampaikan komitmen untuk bersikap yang positif, menyampaikan kesediaan untuk meninggalkan hal-hal yang negatif, atau hal-hal lain yang mudah diamati.
f.    Mengembalikan suasana psikologis. Mengembalikan suasana psikologis harus segera dilakukan setelah terjadi proses mental di kalangan peserta didik. Hal ini dimaksudkan penyiapkan kesiapan peserta didik untuk menghadapi acara berikutnya, maupun untuk menghindari berkembangnya suasana depresi. Misalnya dengan dipimpin berdoa atau kembali diperkenalkan yel-yel yang bersifat gembira.
g. Epilog. Acara ini memakan waktu 2-3 menit terakhir berupa closing statement dari fasilitator. Diusahakan closing statement ini menekankan pentingnya memahami perubahan diri yang lebih positif dengan penuh kedewasaan.

4. Permainan dan outbond
a.     Pada prinsipnya permainan dan outbond merupakan bentuk penanaman nilai-nilai positif kepada peserta didik dengan cara bermain yang menyenangkan;
b.    Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan teknik      permainan dan outbond sesuai dengan kemampuannya.
c.  Out bond sebaiknya dilaksanakan pada hari terakhir MOP-BA karena pada hari akhir ini para peserta sudah jenuh dan ingin mendapatkan refres dengan hal-hal yang menarik dan menyenangkan dan terdapat nilai pendidikannya.
5.     Pengenaan atribut perlengkapan dan yel-yel yang memiliki makna dan nilai aswaja
a.    Pada prinsipnya pengenaan atribut dan yel-yel yang memiliki makna nilai-nilai aswaja dimaksudkan untuk menggantikan yel-yel yang sering dikembangkan dalam acara MOP-BA. Secara tidak langsung hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai aswaja kepada peserta didik.

b. Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk menciptakan yel-yel yang menarik, menyenangkan dan menggelorakan semangat kejuangan bangsa serta mengandung nilai-nilai aswaja.
6. Kegiatan bakti sosial dan lingkungan hidup
a.    Beberapa sekolah meyampaikan argumentasi bahwa kegiatan bakti sosial dan lingkungan hidup merupakan cara praktis dan implementatif untuk meningkatkan kepekaan sosial, pengamalan nilai-aswaja dan kepedulian terhadap lingkungan bagi peserta didik;
b.    Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk melaksanakan kegiatan Kegiatan bakti sosial dan lingkungan hidup sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah yang ada.
7.    Pembentukan gugus pelajar dalam kebersamaan, peningkatan  pendidikan dan pengamalan nilai aswaja
a.    Pembentukan gugus pelajar dipertimbangkan sebagai cara     efektif dan implementatif untuk mengurangi kesenjangan komunikasi antara peserta didik baru dengan kakak kelasnya;
b.    Titik berat pembentukkan gugus pelajar adalah mengembangkan kepedulian antar peserta didik untuk saling memberikan support dalam rangka kebersamaan, peningkatan mutu pendidikan dan kepedulian sosial;

c.    Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk mengembangkan gugus pelajar sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.
8. Pengenal lingkungan sekolah
a.    Yang dimaksud lingkungan sekolah dapat berupa lingkungan fisik, biologi dan sosial;
b. Indikator peserta didik dapat mengenali lingkungan fisik sekolah antara lain dapat menggambarkan denah sekolah, termasuk sistem drainase dan tempat pembuangan sampah.
Kepentingan mengenali lingkungan sekolah sejak dini dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik untuk memeriksakan kesehatan di UKS, berkonsultasi dengan guru BP, meminta ijin kepada guru piket dan lainnya.
c.     Sasaran peserta didik mengenal lingkungan biologi, antara lain menekankan pentingnya fungsi tanaman dan hijauan sebagai proses pendukung ketersediaan oksigen yang penting dalam menunjang proses belajar-mengajar.
 d.    Pengenalan lingkungan sosial sangat penting untuk mengadaptasi peserta didik terhadap lingkungan masyarakat baru. Salah satu sasaran yang perlu dicapai adalah menggantikan konsep senioritas dengan konsep silaturahmi atau konsep persaudaraan; serta
e.    Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk melaksanakan kegiatan pengenal lingkungan sekolah sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.


9. Lomba dan penampilan olah raga dan seni
a. Lomba dan penampilan olah raga dan seni dimaksudkan untuk menggali potensi peserta didik di bidang olah raga, seni-beladiri maupun seni-budaya dalam suasana yang menyenangkan;
b.     Lomba olah raga dimaksudkan untuk meningkatkan jiwa sportivitas dan rasa kesetia-kawanan secara positif. Dalam pelaksanaan MOP-BA ini lomba olah raga antara peserta didik baru dengan kakak kelas sebaiknya dihindarkan;
c. Lomba olah raga atau seni beladiri dimaksudkan untuk menekankan pentingnya kekuatan untuk mempertahan-kan dan melindungi diri, bukan untuk hal-hal negatif, seperti tawuran;
d.    Lomba seni dimaksudkan untuk mengasah dan menharmonikan wirasa, wirama dan wiraga sebagia basis mengembangan budi-pekerti;

Keterangan:
Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.





Lampiran 4











































































Lampiran 5
CONTOH ATRIBUT
Seragam : Seragam dari sekolah asal.. SD/MI… SMP/MTs
Topi     :1.  Topi daun
2.      Karton dibentuk krucut, kotak. Dll
3.    Topi pak tani
4.    Dll, tidak pakai topi
Rompi    :1.  Terbuat dari plastic
2.    Kertas bungkus kado
3.    Dll,Tidak pakai rompi
Tas        : 1. Kertas semen  dengan tali yang telah ditentukan
          2. Plastic besar dengan tali yang telah ditentukan
          3. Kardus  dengan tali yang telah ditentukan
          4. Dll, tanpa tas buatan
Buku     : 1. Buku tulis asli bersampul dan bertuliskan sesuatu
          2. Buku buatan  : HVS potong  jd 2/4 di jilid
          3. dll.
ID Cart    : 1. Kerdus yang  diserupakan hewan atau buah
          2. Karton dengan ketentuan khusus
          3. dll
Makanan dan minuman khusus…………..
Alat tulis lengkap dan khusus
Alat sholat lengkap




Lampiran 6
CONTOH TATA TERTIB PESERTA MOP-BA
1.    Pelajar harus sudah datang 15 menit sebelum acara dimulai
2.    Pelajar diperkenankan menggunakan seragam SD/MI pada saat pelaksanaan MOP-BA
3.    Tidak diperkenankan membawa senjata tajam, atau mainan dalam bentuk apapun dan bukuyang tidak berkaitan dengan pelajaran di sekolah.
4.    Tidak diperkenankan membawa barang-barang yang berharg
5.    Dilarang membawa handphone
6.    Tidak diperkenankan memakai perhiasan yang berlebihan.
7.    Sepeda di parkir pada tempat yang disediakan dan dalam keadaan terkunci.
8.    Membawa uang saku secukupnya, makanan ringan dan minum tersedia di Kantin Sekolah dandiperkenankan membawa makanan atau minuman secukupnya.
9.    Barang hilang menjadi tanggung jawab sendiri, dan panitia tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang tersebut.
10.    Peserta harus mengenakan tanda peserta yang disediakan panitia atau membuat sendiri.
11.    Membawa buku catatan dan alat tulis.
12.    Ketentuan Yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan diatur dikemudian hari (menyusul)



Contoh    : Kegiatan Pembagian Kelompok
Alat/perlengkapan:
a.    Kotak untuk tempat potongan kertas
b.    Potongan kertas ( 4 x 7 cm ) yang jumlahnya sebanyak peserta. Pada potongan kertas dicantumkan judul lagu. Jumlah judul lagu sebanyak kelompok yang akan dibentuk.
Cara :
a.    Pemandu mengumumkan bahwa kelas akan dibagi ke dalam beberapa kelompok.
b.    Pemandu mencapur aduk potongan – potongan kertas yang telah diberi judul lagu dalam kotak di depan kelas.
c.    Pemandu meminta setiap peserta untuk mengambil selembar potongan kertas dari kotak dengan menutup mata
d.    Setelah tiap peserta telah mendapatkan potongan kertas, mereka diminta untuk menyanyikan lagu yang mereka peroleh, namun tidak terlalu keras.
e.    Pemandu menugaskan peserta untuk mencari kawan yang menyanyikan lagu yang sama.
f.    Selama melakukan pencarian, peserta harus dalam keadaan sedang bernyanyi, dilarang berbicara dan bertanya.
g.    Setelah mereka menemukan kawan kelompoknya, mereka diminta untuk duduk berkelompok berdasar kesamaan lagu yang mereka nyanyikan.

Lampiran 7
PERKENALAN
Tujuan
a.    Menciptakan suasana yang mengurangi ketegangan pelajar baru dan membantu pelajar baru untuk merasa aman di lingkungan barunya.   
b.    Memberikan pelajar baru kesan yang positif terhadap Masa Orientasi Pelajar
Waktu        : 30 – 40 menit
Peralatan    : tidak ada peralatan khusus yang dibutuhkan

Langkah Pelaksanaan
a.    Para anggota gugus/kelompok sekolah berkumpul di tempat yang ditentukan untuk acara ini.
b.    Pemimpin acara membagi anggota warga ke dalam subgugus/ subkelompok dengan mengusahakan agar dalam tiap subgugus / kelompok ada pelajar baru dan pelajar senior.
c.    Pemimpin acara meminta setiap subgugus membentuk barisan dengan ketentuan urutan baris dari depan sampai belakang harus berdasarkan abjad nama anggota. Dengan demikian secara tidak langsung para anggota akan saling menanyakan nama.
d.    Setelah semua subgugus / kelompok selesai membentuk barisan, pemimpin acara meminta mereka mengingat urutan itu. Kemudian mereka diminta berbaris menurut ketentuan lain. Sekali ini berdasarkan urutan ulang tahun. Setelah selesai mereka diminta untuk mengingat susunan urutan ini.
e.     Setelah itu sekali lagi mereka diminta untuk membentuk barisan, misalnya berdasarkan jauh dekatnya rumah dengan sekolah.
f.     Pemimpin acara kemudian mengatakan bahwa kegiatan selanjutnya tidak boleh dilakukan dengan suara. Mereka diminta kembali untuk membentuk barisan urutan nama dalam abjad, ( tanpa boleh bertanya )
g.    Setelah itu pemimpin acara mengajak seluruh peserta menceritakan kesannya terhadap permainan itu.

Kemungkinan Variasi
a.    Ketentuan untuk menyusun urutan dalam barisan bisa diganti dengan hal – hal lain misalnya jumlah saudara, banyaknya provinsi yang telah dikunjungi, banyaknya huruf yang dipakai untuk menuliskan nama jalan tempat tinggal masing – masing dsb.
b.    Penghangat suasana dapat menggunakan kegiatan yang sama sekali berbeda asal mudah diselenggarakan dan bisa memberikan kesan yang menyenangkan.








PENGHANGATAN SUASANA
Ini satu dan  ini dua
1.    Pemimpin meminta peserta duduk atau berdiri.
2.    Pemimpin menunjukan telapak tangannya kepada peserta.
3.    Pemimpin menunjukan jari telunjuk dengan mengatakan “ini satu” kemudian menunjukan jari telunjuk dan jari tengah dengan mengatakan “ dan ini dua”, lalu pemimpin menunjukan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis dengan mengatakan “sedangkan ini tiga” pemimpin mengulangnya berkali-kali dan mengakakn kepada peserta untuk memperhatikan kepadanya.
4.    Pemimpin bertanya kepada peserta “ini berapa?” sambil menunjukan jari telunjuk yang kanan. “dan ini berapa?” sambil menunjukan jari telunjuk dan jari tengah. “sedangkan ini berapa? Sambil menunjukan telunjuk, jari tengah dan jari manis. Peserta menebak sesuai apa yang tampak dihadapannya.
5.    Permainan menjadi lebih rumit ketika pemimpin bertanya “ini berapa” tetapi yng ditunjukan tiga jari. Peserta pasti akan terpengaruh mengatakan ini tiga. Padahal jika pemimpin menunjukan “ini” jawaban seharusnya adalah “satu” sesuai dengan kata-kata awal. Permainan ini dapat menggunakan variasi dengn banyak gerakan yang lain.


Contoh beberapa out bond ringan dan ice breaking

1.    TUKAR KTP
Jumlah peserta: bebas
Alat atau bahan: KTP atau identitas lain
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan meminta peserta mengumpulkan KTP atau kartu identitas lainnya didepan.
2.    Peserta secara berurutan akan mengambil satu KTP milik peserta lain secara acak. Apabila ia mengambil KTP miliknya sendiri, pengambilan harus diulang sampai ia menemukan KTP milik peserta lain.
3.    Setelah semua peserta mendapatkan kartu identitas peserta lain, ia harus mencari nama peserta yang tertera dalam kartu.
4.    Kemudian biarkan mereka bertanya tentang apapun kepada peserta yang ditemuinya.
5.    Setelah itu, pemimpin bisa menguji sejauh mana masing-masing peserta mengenal peserta lain.

MAKNA PERMAINAN
Permainan ini lebih ditujukan untuk peserta yang sama sekali belum mengenal. Mengenal lewat kartu identitas memungkinkan peserta mengembangkan pertanyaan dari data yang ada.


2.    POHON TUMBANG

Jumlah peserta: bebas
Alat atau bahan: -
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan meminta setiap peserta mencari pasanngan, usahakan yang memiliki ukuran fisik hampir sama.
2.     Secara bergantian, seorang peserta akan merobohkan badannya kepasangannya dan pasangannya akan menahan badanya yang jatuh.
3.    Setiap pasangan harus sepakat untuk bermain dengan serius karena permainan berisiko tinggi jika dilakukan dengan sembrono.
4.    Permainan dilakukan bergantian dan diakhir permainan, pemimpin mengajak peserta memaknai permainan.

             MAKNA PERMAINAN
Permainan melatih kita membangun kepercayaan antar peserta. Apakah yang berperan sebagai ‘pohon’ percaya pada temannya? Sebaliknya, apakah yang menerima jatuhnya pohon bisa pula menjadi orang yang bisa dipercaya?



3.    KAPAL PECAH
Jumlah peserta: bebas
Alat atau bahan: koran bekas sesuai jum;ah kelompok.
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan membagi peserta ke dalam kelompok dengan jumlah yang sama. Apabila terdapat sisa, merka diminta menjadi juri.
2.    Pemimpin membagikan satu lembar koran bekas kepada setiap kelompok. Pemimpin mengatakan bahwa seolah-olah setiap kelompok berada diatas kapal       ( koran ) Setiap anggota kelompok harus masuk dalam selembaran koran.
3.    Berikutnya, kapal tersebut pecah dan anggota kelompok harus berada di koran yang dilipat dua.
4.    Demikian seterusnya hingga koran menjadi lipatan paling kecil dan dengan segala upaya anggota kelompok bisa berada di dalam koran semua.
5.    Kelompok yang berhasil adalah kelompok yang semua anggotanya tetap bisa bertahan di ata koran meskipun dalam lipatan kecil.

MAKNA PERMAINAN
Tanpa kerja sama yang baik dalam satu kelompok, mustahil para anggotan dapat berdiri di atras kertas yang semakn kecil. Permainan menguji pula kecerdikan dan kesabaran peserta.

4.    LINGKARAN RUWET
Jumlah Peserta: bebas
Alat atau bahan: -
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan membagi peserta menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota yang sama.
2.    Dalam setiap kelompok, setiap anggota kelompok berdiri melingkar saling berhadapan. Kedua tangan menggenggam tangan anggota kelompok yang lain.
3.    Posisi tangan anggota kelompok diharuskn menyilang baik menyilang dengan teman disebelahnya maupun dengan teman yang berselisi 1 orang. 
4.    Tanpa melepas genggaman, setiap anggota kelompok berusaha mengurangi keruwetan hingga kembali ke posisi awal.
5.    Posisi awal adalah waktu pertama kali mereka genggaman tangan, dan dianggap tidak sah ketika mereka dapat mengubah tangan mereka tidak ruwet tapi arah mereka tidak kembali pada posisi awal.


MAKNA PERMAINAN
Awalnya para peserta mungkin merasa permainan menjadi masalah yang sulit. Namun, betapapun sulitnya masalah, jika diurai bersama-sama dengan kesabaran. Maka pasti akan menemukan jalan.

5.    PESAN BERANTAI
Jumlah peserta: bebas
Alat atau bahan: -
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan membagi peserta kedalam beberapa kelompok dengan jumlah anggota yang sama.
2.    Posisi setiap kelompok berdiri sejajarbdari depan ke belakang.
3.    Pemimipin akan membisikkan sebuah pesan kepada setiap pemimpin kelompok yang diminta maju. Pesan dibuat dari yang sederhana hingga yang lebih rumit.
4.    Tugas pemimpin kelompok adalah menyampaikan pesan ke anggotanya paling banyak dua kali.
5.    Kelompok yang berhasil adalah kelompok yang bisa menyampaikan dan menerima pesansesuai dengan maksud pemimpin permainan.

MAKNA PERMAINAN
Dalam berkomunikasi, ada unsur penyampai, penerima, isi pesan, dan gangguan komunikasi. Agar komunikasi lancar, kita butuh berkonsentrasi dengan baik dan menyampaikannya dengan jelas.





6.    SEDANG APA
Jumlah peserta: bebas
Alat dan bahan: -
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan  membagi peserta menjadi dua kelompok.
2.    Setiap kelompok saling melanjutkan lagu: sedang apa, sedang apa, sedang ap sekarang?
3.    Contoh: Kelompok pertama melagukan: sedang apa, sedang apa, sedang apa, sekarang? Kelompok kedua menjawab: sedang minum, sedang minum, sedang minum sekarang, sekarang sedang minum, sedang minum ssekarang. Kelompok kedua balik bertanya: minum apa, minum apa, minum apa sekarang, sekarang minum apa, minum apa sekarang? Kelompok pertama menjawab: Minum air, minum air, minum air sekarang, sekarang air apa, air apa sekarang? Demikian seterusnya smpai kelompok lawan kehabisan kata-kata baru.

MAKNA PERMAINAN
Dari permainan sederhana dimasa lalu ternyata kita bisa menjadi cepat akrab sekaligus belajar tentang bahasa dalam berkomunikasi.



7.    EKLEK-EKLEK.....SIAP....TEMBAK....DOOR
Jumlah peserta: bebas
Alat atau bahan: -
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang.
2.    Setiap  kelompok diminta berdiri berbanjar ( dari depan ke belakang )
3.    Setiap kelompok menyebutkan nama kelompok berdasarkan kategori yang disepakati, misalnya, nama binatang, nama kota atau nama buah.
4.    Setiap anggota kelompok memiliki tugas masing-masing. Urutan paling depan meneriakkan kata-kata eklek-eklek, nomor dua: siap, nomor tiga: tembak, nomor empat: door. Kata-kata bisa divariasi sesuai jumlah anggota kelompok.
5.    Kelompok yang ditunjk pertama harus meneriakkan secara berurutan : eklek-eklek, siap, tembak, door ( sebut nama kelompok lain ) Kelompok yang namanya disebut harus dengan cepat meneriakkan hal yang sama. Jika terlambat maka kelompok tersebut tidk boleh mengikuti permainan berikutnya.

MAKNA PERMAINAN
Permainan mengajak peserta belajar konsentrasi dan bersikap spontan dalam merspons lingkungannya. Kemudian peserta belajar pula arti kerja sama dengan
8.    KAK FARIH BERKATA
Jumlah peserta: bebas
Alat dan bahan:  -
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan meminta peserta berkonsentrasi atas perintah yang diucapkannya.
2.    Jika pemimpin mengucapkan kata “ kak farih Berkata ” (diikuti perintah tertentu), maka semua peserta harus melakukannya. Namun jika pemimpin mengucapkan perintah tertentu tanpa disertai “ kak farih Berkata ”, maka peserta tidak perlu melakukan apa-apa.
3.    Kata pemimpin bisa diganti dengan nama peserta atau nama tokoh tertentu yang menarik.
4.    Untuk mengacaukan konsentrasi peserta diawal permainan, mintalah mereka untuk bangkit berdiri tanpa menggunakan kata “ kak farih Berkata “. Peserta yang kehilangan konsentrasi selanjutnya.
5.    Demikian seterusnya sampai peserta bisa membedakan kedua macam perintah.

MAKNA PERMAINAN
Peserta berlatih untuk berkonsentrasi terhadap perbedaan dua macam instruksi yang kelihatannya sama, namun berbeda.




9.    BERMAIN CERMIN
Jumlah peserta: bebas
Alat dan bahan: -
Cara bermain:
1.    Pemimpin permainan meminta peserta berdiri dan berpasangan. Jika ada sisa peserta, ia diminta menjadi pengamat dulu atau menjadi pasangan pemimpin.
2.    Setiap pasangan akan berperan sebahgai cermin dan orang yang bercermin.
3.    Satu peserta akan melakukan gerakan orang yang sedang bercermin (gerakan bebas) lalu peserta lainnyamenjadi cermin yang akan melakukan gerakan yang sama dengan pasangannya.
4.    Demikian seterusnya hingga keduanya merasakan peran yang berbeda. Permainan bisa divariasi dengan permainan cermin terbalik dimana pemeran cermin melakukan gerakan yang sebaliknya dari yang dilakukan pasangannya.

MAKNA PERMAINAN
Kreativitas dan imajinasi kita dalam membuat gerakandilatih. Permainan pun bisa menjadi dasar-dasar olah tubuh dalam sebuah latiihan teater.


PROFIL PENYUSUN

Nama     : Mufarrihul Hazin
TTL    : Palembang, 09-Agustus-1991
Alamat     : Pesma Al-Hikam, Jl. Cengger ayam 25 Malang
HP    : 085755556713
Website    : www.kakfarih.co.cc   
Pendidikan    : - MI Raudhatut Thalibin Lampung Timur
-     MTs Ma’arif Raudhatul Ulum Lampung Timur
-     MA Ma’arif 06 Lampung Timur
-     STAI “Ma’had Aly Al-Hikam” Malang
Organisasi    : - Ketua OSIS MTs 2003-2005 (dua periode)
-     Sekretaris Umum PAC IPNU Pasir Sakti 2009
-     Wakil Ketua OSIS MA
-     Koord Gerakan Peduli Anak Yatim Al-Hikam
-     Bid. Pengembangan SDM Organisasi Al-Hikam
-     Wakil ketua Ta’mir Masjid Al-Hikam
-     Bid. Pendidikan dan pengembangan kader IPNU

Profesi    : -Motivator MOSTER(MOtivasi Spiritual cenTER)
     -Trainer Out Bound

Motto    : Lebih Baik Jadi Orang Penting, Tapi Lebih Penting Jadi Orang Baik.
MARS IPPNU
Lagu: M. Embut
Lirik : Mahbub Junaidi

Tempo Demarcia
Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
Ayunkan langkah pukul genderang
Segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada Tuhan
Tegak kepala lawan derita
Di malam yang sepi
Di pagi yang terang
Hatiku teguh bagimu ikatan
Di malam yang hening
Di hati membakar
Hatiku penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga di taman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk agama bangsa negeri
MARS IPNU
Cipt: Drs. Shomuri
Bersemangat 2/4 c=1
Wahai pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekad bulat bersatu
Di bawah kibaran panji IPNU
Ayo hai pelajar Islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam negara Indonesia
Tanah air yang kucinta
Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertakwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai pelajar Islam jaya
Tunaikanlah kewajibanmu yang mulia
Ayo maju pantang mundur
Dengan rahmat Tuhan kita perjuangkan
Ayo maju pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur




 

1 komentar:

  1. Terimakasih... semoga ilmu yang disampaikan bermanfaat bagi kami

    BalasHapus