Selasa, 30 Agustus 2011

Materi Lengkap Latihan Kader Utama (LAKUT) IPNU-IPPNU

A. Pengertian
Lakut adalah pelatihan yang membentuk idealisme kader sehingga mampu mengembangkan pengetahuan, sikap, skill organisasi secara optimal.

B. Tujuan
 Umum
Membentuk kader yang mampu mengelola organisasi secara professional dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan keorganisasian serta permasalahan sosial kemasyarakatan

 Khusus
1. Menguasai Aswaja NU sebagai ideologi organisasi serta mengaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
2. Mempunyai wawasan kebangsaan yang luas dan kepekaan yang tinggi terhadap permasalahan organisasi dan umat
3. Memiliki sikap kritis, kreatif, kepeloporan, berakhlaqul karimah serta komitmen yang tinggi terhadap perjuangan organisasi
4. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan keterampilan manajerialorganisasi yang memadahi.

C. Target
Terbentuknya kader yang mampu merancang dan mengelola organisasi secara optimal.

D. Penyelenggara, Peserta, dan Waktu
1. Penyelenggara
LAKUT diselenggarakan oleh PC atau diselenggarakan secara bersama oleh beberapa PC, berkoordinasi dengan PW. LAKUT juga boleh diselenggarakan oleh PW.

2. Peserta
• Pernah mengikuti Lakmud dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat
• Pernah mengikuti follow up Lakmud minimal 3 kali
• Peserta sebanyak-banyaknya adalah 30 orang

3. Waktu
Alokasi waktu penyelenggaraan 32,5 jam efektif ( minimal 4 hari )

E. Jadwal Pelatihan

Terlampir


















F. Alur Pelatihan






















Keterangan Alur Pelatihan

Alur tersebut di atas merupakan daur pelatihan. Hal ini disampaikan dalam memberikan gambaran secara komprehensif bagi pelatih maupun peserta tentang daur pelatihan dari masing-masing tahap. Daur tersebut terdiri dari :

1. Tujuan
Bagian dari pelatihan yang diharapkan tercapai selama proses pelatihan

2. Motivasi
Bagian dari pelatihan yang di dalamnya diberi muatan materi Pre Test, Perkenalan, dan Kontrak Belajar dengan harapan dapat memacu, mendorong dan menstimulasi peserta kearah pembentukan kesadaran diri

3. Penguatan Ideologi
Bagian dari pelatihan yang di dalamnya diberi muatan materi Ke IPNU an, Ke NU an, dan Aswaja, dengan harapan terjadi penguatan ideology bagi kader IPNU

4. Penguatan Skill Organisasi
Bagian dari pelatihan yang di dalamnya diberi muatan materi Kepemimpinan, Manajemen Keuangan, Analisa Sosial, Strategic Planning, Manajemen Program, Metode Pengorganisasian Pelajar, dan Networking dan Lobying dengan harapan sebagai kader IPNU mempunyai keterampilan teknik keorganisasian yang memadai dan optimal

5. Pengembangan wawasan
Bagian dari pelatihan yang di dalamnya diberi muatan materi Gerakan Sosial dan Pengantar Studi Ideologi Dunia dengan harapan sebagai kader IPNU memiliki wawasan yang luas terhadap persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kehidupan pelajar khususnya dan kehidupan organisasi serta sosial kemasyarakatan global pada umumnya

6. Evaluasi
Bagian dari pelatihan yang dijadikan tolok ukur dari proses pelatihan secara menyeluruh

7. Rencana Tindak Lanjut
Proses perencanaan terhadap kegiatan pasca latihan yang diharapkan mampu menjembatani kegiatan berikutnya
8. Target
Merupakan komponen yang menjadi tujuan akhir latihan ini, kesesuaian antara tujuan yang direncanakan dengan target yang diharapkan seharusnya pada akhir latihan ini sudah dapat dicapai. Sehingga pada akhirnya peserta setelah mengikuti latihan kader utama ini diharapkan menjadi kader yang mampu merancang dan mengelola organisasi secara optimal.

G. Materi Pelatihan

1. Perkenalan
a. pokok Bahasan
perkenalan identitas peserta, pelatih dan panitia, misalnya kepribadian peserta, harapan social peserta ( social deseribility )

b. Tujuan
Tercapainya suasana interaktif yang hangat dan terbuka antar sesame peserta maupun dengan pelatih dan panitia

c. Metode
Permainan ( identitas diri )

d. Media
Kertas HVS, Spidol

e. Waktu
Waktu yang tersedia selama 60 menit

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi, kemudian memberikan gambaran singkat tentang perkenalan yang akan berlangsung
2. Pelatih membagikan kertas HVS kepada masing-masing peserta serta memberikan petunjuk untuk menggambarkan diri sendiri. Selanjutnya dalam gambar tersebut peserta menuliskan kegiatan yang terkait dengan bagian gambar tersebut, baik yang sudah lalu, sekarang, maupun masa yang akan dating
3. Gambar dikumpulkan pada tim pelatih kemudian dibagikan secara acak kepada peserta
4. Selanjutnya pelatih mempersilakan peserta untuk membentuk lingkaran, kemudian masing-masing peserta secara bergantianmembacakan gambar yang dipegangnya dengan cara memposisikan dirinya seperti dalam gambar tersebut. Selanjutnya nama yang terpanggil tersebut memberikan klarifikasi atas eksplorasi gambar tersebut
5. Sebelum ditutup, pelatih memberikan kesimpulan secara garis besar tentang manfaat dari perkenalan tersebut.


2. Pre Test
a. Pokok Bahasan
1. Pengetahuan tentang organisasi IPNU, NU, Lembaga dan Badan Otonomnya serta organisasi pelajar yang lain
2. Pengalaman organisasi :
» Pelatihan yang pernah diikuti
» Organisasi yang pernah diikuti
3. Motivasi dan tujuan :
o Harapan dan tujuan mengikuti LAKUT

b. Tujuan
1. Mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang IPNU, NU dan Badan Otonomnya serta organisasi pelajar yang lain
2. Mengetahui pengalaman peserta
3. Mengetahui motivasi dan tujuan dalam mengikuti pelatihan ini.


c. Metode
1. Angket
2. Brainstorming
3. Diskusi

d. Media
Kertas plano, spidol

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit

f. Proses Kegiatan
1. Dalam pre test ini dilakukan dua kali (jika memungkinkan ) yakni saat registrasi dan saat sessi pre test itu sendiri
2. Pre test dalam sessi dipimpin langsung oleh pelatih, kemudian menjelaskan secara singkat seputar materi pokok bahasan
3. Selanjutnya pelatih melakukan eksplorasi langsung dengan peserta terkait dengan pengetahuan peserta tentang IPNU, NU, Lembaga dan Badan Otonomnya serta organisasi pelajar yang lain. Pengalaman keorganisasian serta motivasi dan tujuan peserta mengikuti Latihan Kader Utama
4. Hasil eksplorasi tersebut kemudian didiskusikan bersama yang dipimpin oleh pelatih. Hasil diskusi tersebut diulas secara garis besar oleh pelatih
5. Pelatih memberi saran-sarannya kemudian diakhiri dengan menutup sessi.


3. Kontrak Belajar
a. Pokok Bahasan
1. Garis besar dan pokok-pokok materi latihan
2. Kebutuhan dan harapan pribadi dan kelompok tentang pelatihan serta perangkat pelatihan
3. Jadwal tentatif dan tata tertib latihan

b. Tujuan
1. Peserta mampu mengidentifikasi dan merumuskan kebutuhan terhadap materi latihan
2. Peserta dan pelatih menetapkan kesepakatan bersama tentang tata cara pelaksanaan pelatihan

c. Metode
1. Diskusi
2. Brainstorming

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. Flip card

e. Waktu
Alokasi waktu selama 90 menit ( jam efektif )

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih menjelaskan tentang tujuan dan target LAKUT secara singkat. Untuk menciptakan suasana pelatihan yang partisipatif, hal-hal yang terkait dengan forum pelatihan dibicarakan bersama antara pelatih dan peserta juga panitia
2. Pelatih memampangkan alur pelatihan, jadwal dan tata tertib tentatif, kemudian pelatih menjelaskan secara singkat dari masing-masing ( item ) tersebut
3. Pelatih membagikan kartu kepada setiap peserta. Selanjutnya peserta menuliskan harapan dan kebutuhan latihan. Setelah kartu terisi maka dikumpulkan lalu diidentifikasi bersama-sama. Hasil identifikasi tersebut dibahas bersama yang dipandu oleh pelatih, sehingga menjadi harapan dan kebutuhan peserta dan pelatih yang harus diwujudkan secara bersama-sama
4. Selanjutnya pelatih mengajak peserta untuk membahas jadwal tentatif sebagai aturan main forum pelatihan
5. Pelatih menutup sessi.

4. Ke IPNU an
a. Pokok Bahasan
1. Makna sejarah perjuangan IPNU
2. Filosofi perjuangan IPNU
3. Tantangan perjuangan IPNU sebagai organisasi pelajar dalam konteks lokal, nasional dan global

b. Tujuan
1. Memahami IPNU secara filosofis
2. Menemukan kembali makna sejarah IPNU

c. Metode
1. Brainstorming
2. Ceramah dan dialog

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

e. Waktu
Alokasi waktu selama 90 menit ( jam efektif )

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membagi makalah/materi kepada peserta dan memberi waktu 10 menit untuk membacanya
2. Pelatih membuka sessi dan memberi penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, kemudian pelatih mengadakan brainstorming terkait dengan materi pokok bahasann
3. Narasumber menyampaikan materi dilanjutkan dengan dialog
4. Pelatih menyimpulkan secara garis besar dari hasil dialog yang diakhiri dengan menutup sessi.


5. Ke NU an
a. Pokok Bahasan
1. Peluang dan tantangan NU di era global
2. Program dan kebijakan NU di Muktamar terakhir
3. Kebijakan NU dalam pola distribusi kader di internal dan eksternal NU.

b. Tujuan
1. Memahami peluang dan tantangan NU di era global
2. Memahami program dan kebijakan NU di Muktamar terakhir
3. Memahami kebijakan NU dalam pola distribusi kader di internal dan eksternal NU.

c. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. pelatih membagi makalah/materi kepada peserta dan memberi waktu 10 menit untuk membacanya

2. Pelatih membuka sessi dan memberi penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, kemudian pelatih mengadakan brainstorming seputar issue yang terkait dengan materi pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk melihat tingkat persamaan pengetahuan awal sesuai pokok bahasan di antara peserta
3. Selanjutnya pelatih mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi dan dilanjutkan dengan dialog
4. Pelatih mengulas sekilas hasil dialog dan mengarahkan kepada kesimpulan
5. Pelatih mempersilakan narasumber untuk meninggalkan ruangan. Pelatih memberikan saran-saran dan diakhiri dengan menutup sessi.


6. ASWAJA
a. Pokok Bahasan
1. Aswaja sebagai Manhajul Fikr
2. Makna sejarah kelahiran firqoh-firqoh dalam Islam
3. Pandangan Aswaja terhadap masalah sosial, ekonomi, politik, dan budaya serta penerapannya
4. Kritik wacana Aswaja.

b. Tujuan
1. Memahami firqoh-firqoh dalam Islam
2. Memahami karakteristik 4 (empat) madzhab pada masalah fiqih
3. Memahami ijtihad dan istinbath dalam NU.

c. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming

d. Media
1. papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. Handout

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membagi makalah/materi kepada peserta dan memberi waktu 10 menit untuk membacanya
2. Pelatih membuka sessi kemudian memberi penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, yang dilanjutkan dengan brainstorming seputar materi pokok bahasan
3. Pelatih membacakan biodata narasumber kepada peserta dan mempersilakan narasumber memaparkan materi dilanjutkan dengn dialog
4. Pelatih mengulas hasil dialog secara garis besar dan mengarahkan kepada kesimpulan
5. Narasumber dipersilakan meninggalkan ruangan. Pelatih memberikan saran-saran terkait dengan materi dan diakhiri dengan menutup sessi.


7. Kepemimpinan
a. Pokok Bahasan
1. Analisis realitas kepemimpinan IPNU
2. Rekonstruksi kepemimpinan pelajar
3. Karakter pemimpin dan manajer

b. Tujuan
1. Memahami tingkatan kemampuan dan kemauan anggota
2. Memahami kepemimpinan efektif
3. Memahami kepemimpinan situasional



c. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming
3. Role play

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih memperkenalkan narasumber kepada peserta dan menerangkan tentang pentingnya materi yang akan diberikan
2. Narasumber memaparkan materi dilanjutkan dengan dialog
3. Pelatih mereview materi dan menerapkan role play yang sesuai dengan kepemimpinan. Misalnya pelatih secara spontan meminta peserta mengangkat tangan, lalu pelatih meminta menanyakan kembali “mengapa peserta mau mengangkat tangan?”, maka peserta akan menjawab alasannya. Selanjutnya pelatih memberikan komentar bahwa kegiatan yang baru saja dilakukan merupakan contoh salah satu model kepemimpinan
4. pelatih membagi peserta menjadi beberapa kelompok guna membuat case study penerapan kepemimpinan yang efektif
5. Pelatih mengarahkan kesimpulan materi bersama-sama dengan peserta dan diakhiri dengan menutup sessi.

8. Manajemen Keuangan
a. Pokok Bahasan
1. Prinsip, proses dan fungsi manajemen keuangan
2. Sistem pelaporan
3. Fund Rising

b. Tujuan
1. Peserta memahami pentingnya usaha-usaha pendanaan yang terencana dan terorganisir
2. Peserta mengerti substansi dalam manajemen pengelolaan keuangan

c. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming
3. Penugasan

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus
4. Kertas transparan

e. Waktu
Alokasi waktu 120 menit (jam efektif)

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi pokok bahasan. Selanjutnya pelatih melakukan warming up ( stimulasi ) terhadap peserta terkait dengan materi pokok bahasan. Hal ini untuk melihat pemahaman dan pengalaman awal peserta terkait dengan manajemen keuangan. Hasilnya diidentifikasi secara garis besar yang akan menjadi patokan bagi narasumber dalam mengarahkan dan memaparkan materi kepada peserta
2. Pelatih memperkenalkan narasumber kepada peserta, lalu mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi yang dilanjutkan dengan dialog
3. Hasil dialog diulas secara singkat oleh pelatih. Kemudian narasumber diperkenankan meninggalkan ruangan
4. Bila waktu masih memungkinkan, maka pelatih membagi peserta dalam beberapa kelompok untuk menerima tugas yang terkait dengan manajemen keuangan
5. Hasil tugas tersebut dipresentasikan di depan forum, pelatih mengevaluasi dan memberikan saran-saran pada masing-masing kelompok
6. Pelatih menutup sessi.


9. Analisis Sosial
a. Pokok Bahasan
1. Pengertian analisis social
2. Tahapan-tahapan dalam analisis sosial
3. paradigma analisis social
4. Rambu-rambu analisis sosial

b. Tujuan
1. Memahami proses dalam analisis sosial
2. Mampu melakukan analisis sosial

c. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Study kasus

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

e. Waktu
Alokasi waktu 240 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi pokok bahasan. Selanjutnya pelatih melakukan warming up ( stimulasi ) terhadap peserta terkait dengan materi pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk melihat tingkat pemahaman peserta terkait dengan analisis sosial. Hasilnya diidentifikasi secara garis besar yang akan menjadi patokan bagi narasumber dalam mengarahkan dan memaparkan materi kepada peserta
2. Pelatih memperkenalkan narasumber kepada peserta, lalu mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi yang dilanjutkan dengan dialog
3. Hasil dialog diulas secara singkat oleh pelatih. Kemudian narasumber dipersilakan meninggalkan ruangan
4. Untuk memperdalam materi analisis sosial, maka dilakukan praktek analisis sosial, sehingga pelatih perlu membagi peserta dalam beberapa kelompok kecil
5. Selanjutnya pelatih membagi contoh-contoh kasus yang harus dianalisis ( sebaiknya contoh-contoh kasus terkait dengan realitas organisasi pelajar atau yang berkorelasi dengan konteks dimana pelatihan diadakan )
6. Selanjutnya masing-masing kelompok melakukan analisis sosial dengan dipandu oleh seorang pelatih di masing-masing kelompok
7. Hasilnya dipresentasikan di depan forum yang dipandu oleh pelatih
8. setelah usai, pelatih membahas ( kekurangan dan kelebihan ) hasil analisis dari kelompok, dan memberikan saran-saran kepada peserta
9. Pelatih menutup sessi.


10. Gerakan Sosial
a. Pokok Bahasan
1. Pengertian gerakan social
2. Bentuk-bentuk gerakan sosial di dunia
3. IPNU sebagai kekuatan social
4. Peranan IPNU sebagai gerakan intelektual dan gerakan kader

b. Tujuan
1. Memahami bentuk-bentuk gerakan sosial di dunia
2. Memahami IPNU sebagai kekuatan sosial
3. Memahami peranan IPNU sebagai gerakan intelektual
4. Memahami peranan IPNU sebagai organisasi kader

c. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi, kemudian mengulas singkat tentang materi pokok bahasan. Selanjutnya pelatih melakukan brainstorming terkait dengan materi pokok bahasan. Hal ini sebagai upaya untuk menjajaki pemahaman peserta terhadap materi gerakan social. Hasilnya akan menjadi patokan bagi narasumber dan pelatih dalam mengarahkan dan memaparkan materi kepada peserta
2. Pelatih memperkenalkan narasumber kepada peserta, lalu mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi yang dilanjutkan dengan dialog
3. Hasil dialog diulas secara singkat oleh pelatih, kemudian narasumber diperkenankan untuk meninggalkan ruangan
4. Pelatih memberikan saran-saran kemudian menutup sessi.


11. Pengantar Studi Ideologi Dunia
a. Pokok Bahasan
1. Pengertian ideologi
2. Pengantar sosialisme dan kapitalisme

b. Tujuan
1. Memahami pengertian dan sejarah munculnya ideology dunia
2. Mengetahui jenis-jenis ideologi dunia

c. Metode
1. Ceramah
2. Dialog
3. Diskusi

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi, kemudian mengulas secara singkat materi pokok bahasan. Selanjutnya pelatih melakukan warming up ( stimulasi ) terhadap peserta terkait dengan materi pokok bahasan. Hal ini untuk melihat tingkat pemahaman peserta tentang studi ideologi dunia. Hasilnya akan menjadi patokan bagi narasumber dalam mengarahkan dan memaparkan materi kepada peserta
2. Pelatih memperkenalkan narasumber kepada peserta, lalu mepersilakan narasumber untuk memaparkan materi dan dilanjutkan dengan dialog
3. Hasil dialog diulas secara singkat oleh pelatih. Kemudian narasumber diperkenankan meninggalkan ruangan
4. Pelatih memberikan saran-saran kepada peserta kemudian diakhiri dengan menutup sessi.

12. Strategic Planning ( Renstra )
a. Pokok Bahasan
1. Melakukan analisa realitas internal dan eksternal
2. Merumuskan visi, misi dan program unggulan IPNU
3. Merumuskan program kerja IPNU dan diklasifikasikan dalam jangka pendek, menengah dan panjang
4. Merumuskan program tahunan IPNU.

b. Tujuan
1. Memahami strategic planning dalam menyusun langkah-langkah ke depan
2. mampu merencanakan langkah strategis dan taktis serta merumuskannya terhadap persoalan atau program organisasi.

c. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming
3. Penugasan
4. Praktek

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

e. Waktu
Alokasi waktu 240 menit efektif

f. Proses kegiatan
1. Pelatih menerangkan kepada peserta tentang pentingnya materi yang akan diberikan dan memperkenalkan narasumber kepada peserta
2. Narasumber menyampaikan materi dan dilanjutkan dengan dialog
3. Pelatih menugaskan kepada peserta untuk membuat rencana strategis (renstra) yang meliputi analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman), realitas eksternal, organisasi kompetitor di lingkungan IPNU
4. Hasil diskusi kelompok dipresentasikan di depan forum
5. Pelatih mengarahkan kesimpulan materi bersama-sama dengan peserta
6. Pelatih menutup sessi.

13. Manajemen Program
a. Pokok Bahasan
Manajemen Program

b. Tujuan
1. Memahami rencana kegiatan yang terarah dan sistematis
2. Mampu membuat program kerja organisasi yang ideal

c. Metode
Ceramah dan dialog
Brainstorming
Penugasan / Praktek

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

e. Waktu
Alokasi waktu 180 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi, selanjutnya menerangkan seputar pokok bahasan materi pemrograman yang merupakan lanjutan dari strategic planning, dilanjutkan dengan brainstorming tentang pemrograman kepada peserta
2. Untuk memberi pemantapan tentang materi pemrograman dipersilakan kepada narasumber untuk memaparkan beberapa konsep tentang pemrograman dilanjutkan dengan dialog
3. Hasil dialog diulas oleh pelatih, selanjutnya narasumber diperkenankan untuk meninggalkan ruangan
4. Untuk memperdalam materi pemrograman maka pelatih membagi peserta dalam beberapa kelompok untuk melakukan praktek pemrograman
5. Masing-masing kelompok dipandu minimal oleh seorang pelatih
6. Hasil kerja kelompok dipresentasikan di depan forum yang dipandu oleh pelatih
7. Pelatih mengulas, memberikan saran kekurangan dan kelebihan atas hasil kerja kelompok, diakhiri dengan penutupan sessi.

14. Metode Pengorganisasian Pelajar
1. Pokok Bahasan
1. Pengertian dan urgensi pengorganisasian pelajar
2. Karakter organizer
3. Metode Pengorganisasian
4. Langkah-langkah pengorganisasian

2. Tujuan
1. Mencetak kader yang mampu mengorganisir komunitas pelajar secara efektif dan produktif
2. Mencetak kader IPNU yang memiliki karakter sebagai organizer pelajar, memahami langkah-langkah pengorganisasian, dan mampu melaksanakan pengorganisasian.

3. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming

4. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

5. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif

6. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi kemudian memberikan abstraksi singkat tentang materi yang akan dibahas bersama-sama
2. Pelatih memberikan pertanyaan-pertanyaan (melakukan brainstorming) kepada peserta seputar materi yang akan dibahas, hal ini untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta terhadap materi yang akan diberikan sebelum disampaikan oleh narasumber
3. Pelatih memperkenalkan narasumber kepada peserta, selanjutnya mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi dilanjutkan dengan dialog
4. Pelatih mengulasa secara garis besar hasil dialog kemudian mengarahkan kepada kesimpulan
5. Pelatih memberikan beberapa saran penting terkait dengan materi dan diakhiri dengan menutup sessi.





15. Networking dan Lobying
1. Pokok Bahasan
1. Pengertian dan Urgensi networking dan lobbying
2. Memahami struktur jaringan
3. Teknik networking
4. Teknik lobying

2. Tujuan
1. Mencetak kader IPNU yang memahami networking dan lobbying
2. Menguasai teknik pembangunan jaringan dan lobi untuk memperlancar pelaksanaan program.

3. Metode
1. Ceramah dan dialog
2. Brainstorming

4. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. OHP/In Focus

5. Waktu
Alokasi waktu 120 menit efektif

6. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi kemudian memberikan abstraksi singkat tentang materi yang akan dibahas bersama-sama
2. Pelatih memberikan pertanyaan (melakukan brainstorming) dengan peserta seputar materi yang akan dibahas, hal ini untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta terhadap materi yang akan diberikan sebelum disampaikan oleh narasumber
3. Pelatih memperkenalkan narasumber kepada peserta, selanjutnya mempersilakan kepada narasumber untuk memaparkan materi dilanjutkan dengan dialog
4. Pelatih mengulas hasil dialog secara garis besar kemudian mengarahkan kepada kesimpulan
5. Pelatih memberikan beberapa saran penting terkait dengan materi, dan diakhiri dengan menutup sessi.

16. Evaluasi
a. Pokok Bahasan
1. Review dan evaluasi akhirpenyelenggaraan latihan
2. Post test

b. Tujuan
1. Mampu mengorganisir dan mengungkapkan kembali pengalaman latihan peserta sejak awal sampai akhir pelatihan, sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan selama latihan berlangsung
2. Mampu memberikan umpan balik dan kritikan terhadap proses pelaksanaan latihan ini serta saran-saran mereka untuk perbaikan pelaksanaan latihan di masa yang akan dating.

c. Metode
1. Angket, diskusi
2. Post test

d. Media
1. Papan tulis white board dan spidolnya
2. Kertas plano
3. Formulir isian evaluasi dan soal-soal pos test serta form umpan balik

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif


f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang evaluasi pelatihan dan tujuannya
2. Pelatih membagikan angket kepada masing-masing peserta
3. Pelatih membagi peserta ke dalam beberapa kelompok diskusi, kemudian masing-masing kelompok merumuskan beberapa kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sessi yang berkaitan dengan prosesi latihan, misalnya infrastruktur pelatihan, materi, pelatih, metode, narasumber, peserta, suasana, system kelekatan, dan lain-lain berdasarkan hasil identifikasi isian angket masing-masing peserta
4. Hasil diskusi dituangkan dalam kertas planokemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok
5. Pelatih memandu untuk mengidentifikasi masing-masing permasalahan sehingga menjadi entry point bagi peserta di dalam menyelenggarakan pelatihan berikutnya
6. selanjutnya pelatih menyimpulkan hasil diskusi secara garis besar
7. Untuk melihat daya serap materi pelatihan selama proses pelatihan, maka pelatih memberikan post test kepada peserta dan beberapa angket umpan balik
8. Pelatih menutup sessi.

17. Rencana Tindak Lanjut ( RTL )
a. Pokok Bahasan
1. Rencana tindak lanjut latihan
2. Rumusan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kemampuan peserta

b. Tujuan
1. Menyadari pentingnya suatu tindak lanjut latihan sebagai bentuk perwujudan dari pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperolehnya selama latihan
2. Mampu menyusun suatu rencana tindak lanjut yang dapat dan mungkin dilaksanakannya pasca latihan.

c. Metode
1. Angket
2. Diskusi

d. Media
1. Papan tulis white board
2. Spidol dan kertas plano
3. Lembar angket tindak lanjut kegiatan

e. Waktu
Alokasi waktu 90 menit efektif

f. Proses Kegiatan
1. Pelatih membuka sessi kemudian memberikan penjelasan singkat tentang rencana tindak lanjut sebagai pendalaman materi, peningkatan skill organisasi, pengalaman organisasi, dan lain-lain
2. Agar hasil rencana tindak lanjut tepat sasaran, maka sebaiknya dibuat forum segitiga, yakni Peserta, Pelatih, dan Pimpinan structural kepengurusan yang bersangkutan
3. Pelatih membagikan angket kegiatan tindak lanjut kegiatan kepada masing-masing peserta
4. Setelah selesai diisi oleh peserta, maka pelatih memandu forum untuk mengidentifikasi hasil angket kegiatan tindak lanjut kegiatan sebagai rumusan kegiatan besar yang akan dilaksanakan pasca Latihan Kader Utama
5. Untuk membahas teknis secara lebih rinci, maka pelatih menyerahkan kepada pimpinan struktural kepengurusan untuk memimpin diskusi
6. Hasil pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam plano dan menjadi ketetapan kegiatan yang harus dilaksanakan
7. Pelatih memberikan penegasan secara garis besar atas hasil perumusan rencana tindak lanjut
8. Kemudian diakhiri dengan penutupan sessi oleh pelatih.

0 komentar:

Poskan Komentar